Fungsi Batubara dan Penggunaanya

Fungsi batubara

Fungsi batubara dalam kehidupan manusia semakin penting. Batubara menjadi salah satu sumber energi fosil paling banyak digunakan di seluruh dunia. Terbentuk dari tumbuhan mati dan terperangkap ratusan juta ton tertimbun di dalam tanah selama jutaan tahun, batubara merupakan bahan kaya akan energi.

fungsi batubara

Selain sebagai sumber energi, batubara juga memiliki banyak fungsi dan kegunaan lainnya. Baik di dalam maupun di luar industri, batubara telah lama digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak hingga menghasilkan energi listrik. Meskipun penggunaannya memiliki beberapa dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, batubara tetap merupakan sumber energi penting dan berguna bagi kehidupan manusia.

Bahan bakar fosil ini memiliki banyak kegunaan dan fungsi, di antaranya:

Fungsi Batubara Sebagai Sumber Energi

fungsi batubara sebagai sumbar energi

Bahan tambang ini dapat dibakar untuk menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk memasak, memanaskan ruangan, atau menghasilkan energi listrik. Sehingga kebutuhan batu bara sangatlah tinggi. Sebagai sumber energi, batubara memiliki beberapa kelebihan, diantaranya harga yang relatif murah terutama dibandingkan dengan minyak atau gas. Kelebihan lain sumber energi, arang fosil ini murah, dan  terjangkau bagi banyak orang.

Sumber Energi fosil ini dapat digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Selain dipakai pada industri batubara itu sendiri, dipakai juga mulai dari memasak hingga menghasilkan energi listrik. Untuk memanfaatkan energi yang terkandung dalam batubara, bahan tersebut dibakar dan panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk memasak, memanaskan ruangan, atau menghasilkan energi listrik.

Sebagai Bahan Bakar Industri

Batubara dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran di berbagai industri, seperti pabrik semen, pabrik kertas, dan industri baja. Selain gas alam bahan tambang ini telah lama digunakan sebagai bahan bakar pada industri maupun untuk keperluan rumah tangga . Sebagai bahan bakar industri, batubara memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  1. Harganya relatif murah – Batubara merupakan bahan bakar yang relatif murah, terutama dibandingkan dengan minyak atau gas. Hal ini menjadikan batubara sebagai pilihan populer di industri yang membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar.
  2. Ketersediaannya luas – Batubara tersebar luas di seluruh dunia, sehingga tersedia dengan mudah di berbagai negara.
  3. Efisiensi yang tinggi – Batubara memiliki kandungan energi sangat tinggi, sehingga dapat menghasilkan panas  lebih banyak per gramnya dibandingkan dengan bahan bakar lain. Hal ini menjadikan batubara sebagai bahan bakar yang efisien untuk proses produksi di industri.

Meskipun batubara memiliki kelebihan sebagai bahan bakar industri, penggunaannya juga memiliki beberapa dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu dampak negatif terbesar adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran batubara, ina dapat meningkatkan efek rumah kaca dan menyebabkan pemanasan global. Selain itu, batubara juga dapat menyebabkan polusi udara dan air yang dapat merugikan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dan mengelola penggunaan batubara secara bijaksana.

Sebagai Bahan Baku Kimia

fungsi batubara sebagai bahan baku

Produk Tambang ini merupakan sumber daya yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa kimia, batu bara menjadi bahan baku yang bisa menghasilkan produk gas atau produk lain seperti metanol, amonia, dan sianida.Berikut adalah beberapa contoh bahan kimia yang berasal dari fosil arang ini:

  1. Metanol – Metanol adalah senyawa kimia yang terdiri dari hidrogen, oksigen, dan karbon. Metanol dapat dihasilkan dari batubara melalui proses kimia, proses ini disebut karbonisasi. Metanol biasanya digunakan sebagai bahan bakar, pelarut, dan bahan baku industri.
  2. Ammonia – Ammonia adalah senyawa kimia yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Ammonia dapat dihasilkan dari batubara melalui proses tertentu, disebut Haber-Bosch, prosesnya menggunakan batubara sebagai bahan baku. Ammonia biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan pupuk, plastik, dan bahan pelarut.
  3. Sianida – Sianida adalah senyawa kimia yang terdiri dari nitrogen dan seng. Sianida dapat dihasilkan dari batubara melalui proses kimia tertentu disebut hidrasi. Sianida biasanya digunakan sebagai bahan pengolah emas dan perak, serta sebagai herbisida dan insektisida.
  4. Asam tereftalat – Asam tereftalat adalah senyawa kimia yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Asam tereftalat dapat dihasilkan dari batubara melalui proses karbonisasi. Asam tereftalat biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan plastik, serat, dan bahan tambahan makanan.

Selain itu Sumber tenaga fosil ini mampu memisahkan beberapa produk baja.

Fungsi Batubara Sebagai Zat Pengisi

Batuan ajaib yang sering disebut Arang ini juga dapat digunakan sebagai zat pengisi untuk meningkatkan tekstur dan kualitas produk, seperti plastik, sabun, dan kosmetik.

Zat pengisi adalah bahan ditambahkan ke dalam bahan baku untuk memberikan karakteristik tertentu pada produk yang dihasilkan. Batubara dapat digunakan sebagai zat pengisi karena memiliki sifat-sifat berguna, seperti kekerasan, tekstur kasar, dan warnanya hitam.

Batubara dapat digunakan sebagai zat pengisi dalam berbagai jenis produk, seperti:

  1. Plastik – Batubara dapat ditambahkan ke dalam plastik untuk memberikan tekstur lebih kasar dan warna lebih gelap.
  2. Sabun – Batubara dapat ditambahkan ke dalam sabun untuk memberikan warna lebih gelap dan tekstur lebih kasar.
  3. Kosmetik – Batubara dapat ditambahkan ke dalam produk kosmetik, seperti bedak, untuk memberikan warna lebih gelap dan tekstur lebih kasar.

Batubara dapat membantu meningkatkan tekstur dan kualitas produk, namun penggunaannya juga dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam batubara dapat beracun dan merusak lingkungan, sehingga penting untuk mempertimbangkan dan mengelola penggunaannya secara bijaksana.

Baca juga : Sistem Pengolahan Air Limbah Pertambangan

Sebagai Bahan Bangunan

Batubara dapat digunakan sebagai bahan bangunan, terutama untuk membuat bata atau batu bata.

Bahan bangunan adalah bahan yang digunakan untuk membangun atau memperbaiki struktur bangunan. Batubara dapat digunakan sebagai bahan bangunan karena memiliki sifat-sifat berguna, seperti kekerasan, tekstur kasar, dan warna lebih gelap.

Batubara dapat digunakan sebagai bahan bangunan dalam berbagai bentuk, seperti:

  1. Bata atau batu bata – Batubara dapat dicampur dengan air, pasir, dan semen untuk membuat bata atau batu bata. Bata atau batu bata yang dibuat dari batubara biasanya lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan bata atau batu bata dari bahan lain.
  2. Batu penghancur – Batubara dapat diolah menjadi batu penghancur yang digunakan untuk membuat jalan raya atau jembatan. Batu penghancur yang dibuat dari batubara biasanya lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan batu penghancur dari bahan lain.
  3. Lapisan atap – Batubara dapat ditambahkan ke dalam lapisan atap untuk memberikan kekerasan dan tekstur yang lebih kasar. Lapisan atap ini dibuat dari batubara biasanya

Meskipun bahan tambang ini memiliki banyak manfaat dan fungsi, termasuk manfaat batu bara di kehidupan sehari hari. Penggunaannya juga memiliki beberapa dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Diperlukan penanganan khusus dalam Industri Pertambangan Batubara dan Manajemen Limbahnya. Salah satu dampak negatif terbesar adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran batubara, yang dapat meningkatkan efek rumah kaca dan menyebabkan pemanasan global. Selain itu, juga dapat menyebabkan polusi udara dan air yang dapat merugikan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan dan mengelola penggunaan fungsi batubara secara bijaksana.

Limbah Tambang Batubara dan Bagaimana Penanganannya

limbah tambang

Penanganan limbah tambang terutama batubara memang menjadi sebuah fokus penting di Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan penghasil terbesar tentu saja penanganan limbahnya tidak boleh sembarangan.

Karena dalam industri tersebut ada berbagai jenis hasil buangan yang perlu diperlakukan secara optimal. Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi terkait masalah tersebut beserta dengan solusinya.

Sehingga dalam mengatasi hasil buangan kita tidak mencemari alam dan paling penting menjaga pekerja tetap sehat. Sudah menjadi sebuah kewajban bagi para pengelola pertambangan melindungi pekerjanya.

limbah tambang batubara
Limbah-Tambang-Batubara-dan-Bagaimana-Penanganannya

Oleh karena itu ketahui bagaimana metode penanganan masalah buangan agar tidak menjadi problematika lebih kompleks. Semakin teliti kita dalam menanganinya maka masalah jangka panjang juga mudah diatasi.

Berikut ini akan kami jelaskan apa saja buangan yang dihasilkan dalam industri tersebut. Sehingga Anda bisa mengetahui langkah mitigasi sekaligus penanganannya agar roda produksi tidak terhambat.

Mengatasi Limbah Tambang Batubara Coal Gangue

Coal gangue merupakan hasil buangan dari industri batu bara yang berbentuk padatan. Bentuk polutan padat tersebut mengandung silikon dan aluminium yang berbahaya jika tidak diperlakukan secara tepat.

Oleh karena itu untuk mengatasi limbah tambang kita harus tahu bagaimana metode purifikasinya. Metode purifikasi yang dibutuhkan untuk memisahkan senyawa adalah air dan resin namun butuh jumlah banyak.

Ada juga solusi menggunakan grinding mill sehingga bisa memisahkan aluminium dan juga silikon pada bagiannya. Ini adalah opsi lebih murah namun masalahnya nanti ada pada operasional.

Meskipun begitu grinding mill menjadi opsi paling disukai oleh industri luar negeri karena menghasilkan aluminium dan silikon. Sehingga hasil pemisahan partikelnya dapat dijual kembali untuk menutup cost maintenance.

Langkah mengatasi limbah tambang yang paling mudah digunakan kembali di Indonesia adalah recycle. Jadi coal gangue dapat dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan campuran pada semen.

Coal gangue juga dapat dijual kembali sebagai campuran pada aspal atau bahkan membuat batu-bata. Pembuatan batu-bata dari coal gangue ini adalah salah satu solusi paling murah dan mudah dilakukan.

Karena kita hanya tinggal mengumpulkan dan mencetaknya kembali sehingga sampah tersebut dapat digunakan secara efektif. Langkah ini tentu saja efektif untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan pertambangan.

Penggunaan kembali coal gangue sebagai bahan efektif juga sudah dilakukan studi terkait keamanannya. Jadi ini dapat menjadi salah satu solusi karena waste dari proses produksi dapat dijual kembali guna menutupi cost production.

Limbah Tambang Berbentuk Coal Sludge

Coal sludge lebih sulit ditangani karena bentuknya adalah cairan kental seperti lumpur. Untuk melakukan pemurnian sendiri satu-satunya cara adalah melakukan filtrasi dan mengalirinya dengan air dalam jumlah banyak.

Tentu itu akan menjadi opsi paling mahal dilakukan dan hasilnya juga boros sumber daya. Di Indonesia cara paling umum untuk mengatasi masalah coal sludge adalah menampungnya secara permanen pada kolam khusus.

Kolam tersebut kita gali dan jadikan sebagai tempat limbah tambang khusus dalam bentuk coal sludge. Setelah proses pertambangan selesai dalam beberapa tahun endapan akan terpisah sendiri secara alami.

Sehingga kita tinggal menggunakan cairan kimia saja untuk menetralisir zat berbahaya pada permukaan airnya. Itu adalah langkah paling murah dan efektif namun harus menunggu proses pertambangannya berhenti.

Ketika kolam tersebut masih dipakai kemudian dimurnikan tentu saja percuma karena senyawa dari sedimen sisa akan tetap naik. Sampai sekarang belum ditemukan campuran kimia paling efektif untuk mengatasinya.

Sehingga solusi tadi sampai sekarang menjadi opsi tunggal mengatasi limbah tambang paling murah. Jika tidak ingin menggunakan metode tersebut sebenarnya ada juga sistem filtrasi.

Penyaringan menggunakan alat khusus dan dibantu dengan air dalam jumlah sangat banyak. Hasil dari saringan tersebut akan memberikan bubuk batubara halus yang dapat digunakan lagi sebagai bahan bakar.

Masalahnya adalah debit air digunakan dalam proses filtrasi ini harus sangat banyak dan konsisten. Sehingga ketika melihat di mana letak pertambangan kadang kurang optimal karena jauh dari sumber air.

Limbah Coal Bed Methane (CBM)

Coal bed methane terbentuk dari proses alami penggalian batu bara yang otomatis menghasilkan sumber metana. Metana sendiri sifatnya sangat beracun dan bisa membunuh seseorang dalam sekejap.

Oleh karena itu harus dilakukan penanganan secara teliti agar nantinya tidak membunuh para pekerja dan lingkungan sekitarnya. Metode penanganan paling sering digunakan di dunia adalah memanfaatkannya kembali.

Jadi kita akan buatkan tunnel khusus yang digunakan untuk mengalirkan metana ke saluran spesifik. Saluran tersebut kemudian diarahkan ke dalam silo untuk menampung semua metan hasil dari proses pertambangan.

Dengan begitu pertambangan batu bara dapat menghasilkan dua sumber daya sekaligus termasuk metana. Langkah pengelolaan limbah tambang ini memang butuh investasi lebih besar.

Apalagi jika hasil metana dikeluarkan ternyata tidak terlalu banyak sehingga terlalu mahal dikelola jangka panjang. Oleh karena itu ada juga solusi kedua yaitu injeksi kimia untuk menetralisir metana.

Meskipun mahal namun ini langkah paling tepat dilakukan apabila ternyata sumber metana sedikit. Sehingga limbah tambang dapat dikelola secara optimal dan paling penting aman bagi pekerja.

Memang memperlakukan coal bed methane paling sulit diatasi dalam dunia pertambangan batubara. Kita harus melihat secara detail seperti apa cost effective dalam melakukan mitigasi dan penanganannya.

Dua opsi tersebut selama ini menjadi pilihan paling umum diambil oleh para pengelola pertambangan. Jadi jika kita tidak memanfaatkannya maka melakukan netralisir adalah opsi terbaik.

Penanganan Limbah Tambang Batubara Jenis FA

Limbah jenis FA atau fly ash memang paling jelas terlihat dari setiap industri pertambangan terutama batubara. Asap hitam yang mengepul di udara tentu saja akan membawa partikel berbahaya seperti silika.

Apabila silika tersebut terhirup dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan pernafasan akut. Tidak hanya bagi pekerja saja namun juga lingkungan sekitar pertambangan yang melakukan produksi.

Untuk mencegah masalah tersebut sebenarnya solusi paling mudah adalah menggunakan ICSA Coal Dust Suppressant. Ini merupakan sebuah alat yang berfungsi menyebarkan molekul hidroskopik ke udara.

Molekul hidroskopik tersebut akan mudah mengikat partikel berbahaya dari limbah tambang di udara. Sehingga senyawa berbahaya seperti silika yang mengancam pernafasan dapat kita netralisir.

Campuran molekul hidroskopik khusus dari ICSA Coal Dust Suppressant juga mampu mencegah self combustion pada batubara. Sehingga ini menjaga keamanan selama proses produksi berlangsung. Kami merupakan industri yang ikut Peran Distributor Bahan Kimia Dalam Mata Rantai Industri Kimia

Sebagai solusi paling murah dan mudah implementasinya tentu setiap pengusaha tambang terutama batubara di Indonesia harus menggunakannya. Ini akan optimal digunakan memitigasi masalah udara di sekitar lingkungan pertambangannya.

Tentu hal seperti itu akan berdampak masif dalam menjaga lingkungan sehingga tetap dapat digunakan hidup dan operasional secara optimal. Jangan sampai para pekerja terkena CWP dan membuat mereka mati.

Masalah pencemaran udara dari pertambangan batubara sebenarnya mudah diatasi dengan alat yang tepat. ICSA Coal Dust Suppressant bisa menjadi opsi bijak dari segi finansial dan efektivitas jangka panjang.

Jangan sampai memandang sebelah mata masalah pencemaran udara dari batubara karena pekerja masih hidup. Siapa tahu paru-paru mereka sudah terjangkit black lungs dan sebentar lagi mati.

Jika sudah mengetahui solusi dari masalah mematikan seperti ini tentu Anda harus menggunakannya. Jinakkan limbah tambang batubara di udara menggunakan ICSA Coal Dust Suppression agar roda produktivitas tetap terjaga.

Keyword : limbah tambangMeta deskripsi : ketahui seperti apa bahaya dari limbah tambang batubara dan cara mengatasinya sehingga efektivitas produksi tetap terjaga dalam jangka panjang


  • Kontribusi Industri Manufaktur dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Kontribusi Industri Manufaktur di Indonesia sangat banyak sekali berperan di negri ini. Tapi ketahui dulu apa industri manufaktur itu?. Industri manufaktur adalah sektor industri yang berkaitan
  • Bahan Kimia Untuk Industri Kelapa Sawit
    Bahan kimia untuk kelapa sawit sebenarnya sangat banyak dan beragam, ada yang digunakan untuk produksi minyak goreng, ada pula untuk produksi Biodisel.. Industri kelapa sawit menggunakan
  • Bagaimana Batubara Terbentuk Dan Sebarannya Di Indonesia
    Bagaimana Batubara Terbentuk: Proses pembentukan batubara diawali dengan adanya tumbuhan yang hidup pada jutaan tahun yang lalu. Proses terbentuknya tumbuhan dan sisa sisa tumbuhan ini kemudian
  • Degreaser Pembersih Serba Guna
    Degreaser pembersih serba guna ialah larutan pembersih ampuh yang dirancang khusus untuk menghilangkan lemak dan minyak dari permukaan. Zat seperti lemak atau minyak mungkin sulit dihilangkan
  • Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser
    Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser sangat penting bagi yang berkepentingan terhadap perawatan. Kenapa penting, karena semua aspek yang dirawat memerlukan sitem kebersihan. Bahan yang paling efektif dalam
  • Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi: Keuntungan dan Aplikasinya
    Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi atau UF filter adalah alat yang berfungsi untuk mengolah air dengan menggunakan senyawa kimia. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan dua
  • Arti Simbol Bahan Kimia Berbahaya
    Arti Simbol Bahan Kimia berbahaya sering diabaikan oleh sebagian orang. Simbol zat kimia berbahaya sangat penting untuk diperhatikan dalam industri, laboratorium, dan pergudangan terutama industri makanan.

Coal Dust Suppressant System Menggunakan ICSA DUST SUPPRESSANT

Coal Dust Suppressant

Coal Dust Suppressant atau disebua Penekan debu batu bara adalah produk bahan kimia yang biasa dipakai pada pertambangan batubara untuk menekan atau menahan debu yang aman dan ramah lingkungan. Produk Coal Dust Suppressant sangat aman, efisien, ramah lingkungan serta dapat dengan mudah terurai, dan tidak akan membentuk polusi sekunder setelah digunakan; itu tidak mempengaruhi kualitas dan sifat material padat-debu; itu tidak beracun, tidak berbahaya, dan tidak berbau aneh. Tidak menimbulkan efek iritasi.

Coal Dust Suppressant (penekan debu tipe kerak) terdiri dari polimer polimer multifungsi baru. Tingkat ikatan silang antara molekul polimer akan membentuk struktur jaringan, dan terdapat berbagai gugus ionik antar molekul, yang dapat menghasilkan afinitas yang kuat, memiliki sifat kedap air dan pembentuk film yang baik, dan dapat secara efektif memperbaiki debu dan akan menggumpal permukaan bahan material batubara. Coal Dust Suppressant akan membentuk film pelindung tipe kerak. Mekanisme kerjanya adalah menangkap, menyerap, dan menggumpalkan partikel debu, dan menguncinya dalam struktur jaring untuk mencegah debu, dan erosi.

Coal Dust Suppressant
Coal Dust Suppressant sistem

Coal Dust Suppressant Dan Penerapannya

Produk Coal Dust Suppressant dapat digunakan secara luas di pertambangan batubara dan mineral, transportasi, bongkar muat, penumpukan; tempat penyimpanan terbuka; pembongkaran bangunan, konstruksi sipil dan jalan sekitarnya, sepanjang jalan yang sedang dibangun, stasiun pengangkutan, stasiun penyimpanan dan pengangkutan, tempat penyimpanan batu bara, tempat pembuangan terak; Tambang batu bara, tambang, pelabuhan, dermaga, pembangkit listrik, pabrik semen, pabrik baja, pabrik kokas, pabrik pencucian batubara, peleburan, pabrik metalurgi, bengkel debu, pantai buatan dan area gurun, badai pasir lokal, fiksasi pasir dan area lain yang rawan untuk generasi debu dan tempat.

3. Keunggulan produk Penekan Debu Batubara

  • Melindungi lingkungan, dapat menghilangkan partikel debu di atas 2,5 mikron, dan secara efektif mengurangi bahaya debu.
  • Tidak korosif, tidak berpolusi, dapat terurai secara hayati, dan tidak akan menyebabkan polusi sekunder.
  • Anti-ultraviolet, erosi angin dan tahan erosi hujan (cangkang keras permukaan dicuci oleh hujan, dan dapat dipadatkan menjadi cangkang setelah air menguap).
  • Secara efektif dapat mengurangi dan mengurangi kerugian material.
  • Gunakan air keran bersih atau air bebas polusi untuk pengenceran produk.

4. Sifat Fisik Dan Kimia Coal Dust Suppressant

Kompatibilitas lingkungan, Ramah lingkungan, tidak beracun, dapat terurai

Rasio air terhadap air 1 bagian penekan debu: 40-80 bagian air

Aktivasi Semprotan satu kali, tahan air dan aktivasi berulang

5. Cara menggunakan Penekan Debu

Penekan debu dan air diencerkan dengan kelipatan terukur, semprotkan pada area hamparan batubara (Bisa menggunakan penyemprotan statik atau yang dinamis) , tergantung kondisi dan ketebalan semprotan. Metode penggunaan dan dosis khusus dapat disesuaikan dengan kondisi lokasi untuk mencapai efek yang diinginkan.

Peralatan Coal Dust Suppressant penyemprotan kecil: 

Anda dapat menuangkan air bersih ke dalam wadah terlebih dahulu, lalu secara bertahap memasukkan penekan debu (dengan rasio perbandingan yang sesuai standar) dan mencampurnya secara merata.

  • Peralatan penyemprotan berskala besar: pertama-tama encerkan dalam wadah dengan laju kecil (dengan rasio perbandingan yang sesuai standar), lalu tuangkan ke dalam alat penyiram, lalu tuangkan air bersih sesuai dengan rasio yang diperlukan dan gunakan fungsi sirkulasi internal kendaraan untuk mengaduk berulang kali.
  • Coal Dust Suppressant dapat disemprot dengan alat penyiram atau stasiun penyemprot profesional dan perangkat penyemprot tetap. Pengenceran penekan debu dapat disemprotkan secara merata pada permukaan material atau area debu untuk mencapai efek pencegahan debu, pengurangan debu, dan penyegelan debu.
Coal Dust Suppressant
Coal Dust Suppressant

6. contoh aplikasi

Pemadatan debu tumpukan batu bara (bubuk mineral): 

campur penekan debu dengan air 40 kali, dan semprotkan pengenceran secara merata pada permukaan tumpukan batu bara (bubuk mineral). Setelah sekitar 24 jam (sesuai kondisi cuaca) ), setelah air menguap, cangkang keras tahan air dapat terbentuk di permukaan material. Penyemprotan dengan rasio ini dapat menahan debu selama beberapa bulan, dan dapat menahan beberapa kali curah hujan sedang.

APLIKASI

  • Teknologi ICSA DUST SUPPRESSANT diaplikasikan dengan cara spraying larutan ICSA DUST SUPPRESSANT dengan menggunakan sprayer khusus, sehingga larutan yang keluar dari sprayer tersebut berkabut.
  • Lokasi tempat pemasangan alat sprayer dust control
    • Dipasang tepat dimana terdapat pusat timbulnya debu.
    • Di Beberapa titik pada conveyor belt .
    • Crusher dan Screener
    • Saat transportasi batubara menggunakan truckdan atau conveyor belt terjadi curahan batubara menuju stockpile atau kapal
    • Loading-unloading menggunakan alat berat
  • Peralatan effective dust yang dibutuhkan
    • Pipa sprayer (Sesuai ukuran conveyor belt )
    • Nozzle penyembur (Desain berkabut)
    • Pompa centrifugal
    • Tangki penampung larutan bahan kimia
    • Pipa/selang

• Pembuatan Larutan & Dosis

A. 1 liter ICSA DUST SUPPRESSANT diencerkan dengan penambahan air sebanyak 50 – 100 liter.

B. 1 liter ICSA DUST SUPPRESSANT untuk 10 – 15 ton batubara.

7. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Coal Dust Suppressant

  • Jangan encerkan produk ini dengan asam kuat atau air alkali.
  • Gunakan saat Anda mengganti, hindari kontak yang terlalu lama dengan udara.
  • Jika permukaan benda jelas rusak, perlu disemprot ulang.
  • Bersihkan jika ada tumpahan. Harap bersihkan dan rawat peralatan tepat waktu setelah digunakan.
  • Jika mulut, hidung, dan mata salah, harap bilas dengan banyak air, dan dapatkan bantuan medis dalam kasus khusus.

Hubungi Kami


  • Kontribusi Industri Manufaktur dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Kontribusi Industri Manufaktur di Indonesia sangat banyak sekali berperan di negri ini. Tapi ketahui dulu apa industri manufaktur itu?. Industri manufaktur adalah sektor industri yang berkaitan
  • Bahan Kimia Untuk Industri Kelapa Sawit
    Bahan kimia untuk kelapa sawit sebenarnya sangat banyak dan beragam, ada yang digunakan untuk produksi minyak goreng, ada pula untuk produksi Biodisel.. Industri kelapa sawit menggunakan
  • Bagaimana Batubara Terbentuk Dan Sebarannya Di Indonesia
    Bagaimana Batubara Terbentuk: Proses pembentukan batubara diawali dengan adanya tumbuhan yang hidup pada jutaan tahun yang lalu. Proses terbentuknya tumbuhan dan sisa sisa tumbuhan ini kemudian
  • Degreaser Pembersih Serba Guna
    Degreaser pembersih serba guna ialah larutan pembersih ampuh yang dirancang khusus untuk menghilangkan lemak dan minyak dari permukaan. Zat seperti lemak atau minyak mungkin sulit dihilangkan
  • Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser
    Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser sangat penting bagi yang berkepentingan terhadap perawatan. Kenapa penting, karena semua aspek yang dirawat memerlukan sitem kebersihan. Bahan yang paling efektif dalam
  • Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi: Keuntungan dan Aplikasinya
    Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi atau UF filter adalah alat yang berfungsi untuk mengolah air dengan menggunakan senyawa kimia. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan dua
  • Arti Simbol Bahan Kimia Berbahaya
    Arti Simbol Bahan Kimia berbahaya sering diabaikan oleh sebagian orang. Simbol zat kimia berbahaya sangat penting untuk diperhatikan dalam industri, laboratorium, dan pergudangan terutama industri makanan.

Mengapa Coal Dust Suppressant Penting

Coal Dust Suppressant

Mengapa Coal Dust Suppressant Penting

Coal Dust Suppressant
Coal Dust Suppressant

Coal Dust Suppressant atau penahan debu batubara merupakan komponen penting dalam Industri pertambangan batubara. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan efek proses produksi dan menyangkut peningkatan kualitas produk. 

Batu bara adalah arang yang pasti dalam prosesnya akan memproduksi debu yang kotor. Selain mengotori lingkungan kerja pertambangan, Debu batu bara juga merupakan penyebab utama penyakit pernapasan pada penambang. Cara tradisional yang dilakukan untuk penekanan debu batubara adalah menggunakan air untuk penekanan debu ini. Dalam jangka waktu tertentu memang air bisa digunakan untuk menekan debu ini, tapi air akan mudah menguap. Cara paling efektif untuk mencegah masalah ini adalah dengan menggunakan air yang dicampur dengan bahan kimia tertentu yang disebut scrub basah disebarkan ke batu bara menggunakan alat yang disebut dust control.

Lain lagi dengan electrostatic precipitator (ESP). Mesin ini sering digunakan pada alat tertentu seperti boiler dimana batubara adalah sebagai bahan bakarnya. Abu yang dihasilkan dari pembakaran itu disaring menggunakan listrik untuk menciptakan muatan negatif pada partikel debu batu bara yang kemudian menempel di dinding ESP.

Manfaat Coal Dust Suppressant proses tambang Batubara.

Ada beberapa manfaat menggunakan Coal Dust Suppressant  dari pada metode lain. 

  • Pertama, ini mengurangi berapa kali penambang harus memakai respirator.
  • Kedua, mengurangi jumlah debu batu bara di udara, yang berarti lebih sedikit orang yang sakit. 
  • Ketiga, membantu mengurangi jumlah debu batu bara yang dilepaskan ke lingkungan. 
  • Keempat, menghemat uang karena membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja untuk beroperasi. 
  • Kelima, meningkatkan keselamatan pekerja karena mencegah terhirupnya debu batu bara. 
  • Keenam, meningkatkan produktivitas karena memungkinkan pekerja bekerja lebih lama tanpa harus istirahat. .
  • Ketujuh, meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tambang.

Cara Memilih Metode yang Efektif.

Jika Anda sedang mencari metode terbaik untuk digunakan untuk proses Coal Dust Suppressant, pertimbangkan hal-hal ini sebelum mengambil keputusan. Pertama, pastikan Anda memahami cara kerja setiap metode. Selanjutnya, tentukan apakah metode tersebut aman bagi karyawan Anda dan masyarakat sekitar.

Terakhir, pilihlah chemical batu bara resin sintetic chemical Acrylic Copolymer yang bisa didapat dari distributor bahan kimia terbaik sudah terbukti efektif.

Metode kontrol yang paling efektif dikenal sebagai perilaku dan kebiasaan rutin yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam protokol tempat kerja. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebiasaan seperti memeriksa kondisi cuaca, mengidentifikasi dan mengisolasi sumber debu, penentuan posisi, rotasi pekerjaan dan RPE efektif sampai titik tertentu, namun tidak ada satu metode yang sempurna untuk mengatasi polusi debu di industri pertambangan dan batubara. integrasi banyak metode dikombinasikan dengan teknologi yang tersedia.

Baca juga :  Sistem Pengolahan Air Limbah Pertambangan

Kekeliruan Kejenuhan Air

Sampai hari ini, masih ada kepercayaan yang salah bahwa air itu sendiri adalah metode pengendalian debu yang efektif karena cukup murah, cukup tersedia secara luas dan dipercaya dapat menyatukan partikel debu. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang tidak dibahas dan sering disalahpahami.

Misalnya, jumlah air yang dibutuhkan, karena air menguap dengan sangat cepat. Oleh karena itu, jumlah air yang tinggi secara konsisten diperlukan untuk menekan suspensi debu bahkan di area yang relatif kecil. Dengan suhu yang meningkat setiap tahun, dan kelangkaan air menjadi masalah yang lebih menonjol, penekanan debu melalui penyemprotan air tidak lagi menjadi solusi jangka panjang yang layak.

Kesalahpahaman lainnya adalah bahwa air menghambat suspensi debu karena menyatukan partikel. Namun, partikel debu, khususnya debu batu bara dan silika bersifat hidrofobik (membenci air). Air memiliki tegangan permukaan yang sangat tinggi karena komposisi kimianya. Jadi, ketika air tersebar di area dengan konsentrasi debu yang tinggi, air cenderung menahan partikel-partikel ini daripada menekannya, oleh karena itu air bukanlah solusi yang layak.

Ada teknologi yang jauh lebih efektif yang tersedia di pasaran yang dapat memastikan penekanan debu maksimum yang telah terbukti sebagai pengontrol debu yang efektif. 

Metode Mana Yang Paling Berhasil?

Ada beberapa cara berbeda untuk mengurangi emisi debu batubara. Salah satu metode yang paling umum adalah scrub basah. Ini melibatkan penyemprotan air ke batu bara saat bergerak melalui pabrik. Scrubber basah bekerja dengan baik karena menghilangkan partikel halus dan partikel yang lebih besar. Namun, mereka membutuhkan air dan energi dalam jumlah besar. Metode populer lainnya adalah scrub kering. Scrubber kering menggunakan bahan kimia untuk menangkap debu. Mereka juga membutuhkan lebih sedikit air dan energi daripada scrubber basah. Selain itu, scrubber kering sering digunakan di pembangkit listrik dengan sulfur dioksida tingkat tinggi. Untuk mendapatkan rinciannya anda bisa menghubungi distributor bahan kimia terbaik dan dapatkan pengetahuan lebih rinci.

Bahan Kimia untuk Penekanan Debu Batubara

Amonia

Amonia adalah bahan kimia yang digunakan untuk menekan debu batubara. Ia bekerja dengan cara menyerap partikel debu batu bara dan kemudian melepaskannya ke udara. Proses ini membuat udara lebih bersih dan lebih aman bagi pekerja.

EPA telah menetapkan standar untuk emisi amoniak dari tambang batu bara. Standar ini ditetapkan setelah penelitian menunjukkan bahwa paparan debu batu bara tingkat tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Bahkan, menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), penambang batu bara yang bekerja di bawah tanah menghadapi risiko lebih besar terkena penyakit paru-paru hitam daripada mereka yang bekerja di atas tanah. NIOSH merekomendasikan agar operator tambang batu bara menggunakan amonia untuk mengendalikan debu batu bara.

Hidrogen peroksida

Ada dua bahan kimia utama yang digunakan untuk menekan debu batu bara: hidrogen peroksida dan amonium klorida. Keduanya bekerja dengan baik dalam menekan debu batu bara, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya.

Amonium klorida adalah garam kimia yang telah digunakan sejak awal 1900-an untuk mengendalikan debu batu bara. Larutan amonium klorida disemprotkan ke permukaan lantai tambang tempat debu batubara mengendap. Setelah debu mengendap, pekerja kemudian menyapu bersih area tersebut menggunakan sapu.

Natrium Hipoklorit

Hidrogen peroksida telah terbukti lebih efektif daripada amonium klorida dalam menekan debu batu bara. Namun, natrium hipoklorit lebih murah daripada amonium klorida. Selain itu, natrium hipoklorida lebih mudah digunakan karena tidak perlu dicampur dengan air.

EPA merekomendasikan penggunaan 1/2 cangkir (120 ml) larutan natrium hipoklorit per galon air. Misalnya, jika Anda ingin mengolah satu hektar tanah, campurkan 2 galon air dengan 1/2 cangkir (60 ml) natrium hipoklorit. Anda harus mengulangi proses ini setiap dua minggu sampai debu batu bara berhenti berjatuhan dari udara.

ICSA DUST SUPPRESSANT Chemical Batubara Unggulan untuk Coal Dust Suppression System

ICSA DUST SUPPRESSANT Produk Unggulan kami yang merupakan Coal dust suppressant yang paling banyak direkomendasikan.

Coal dust suppressant adalah chemical batubara resin sintetis chemical Acrylic Copolymer yang dibuat sebagai lapisan permukaan yang tahan air.

Coal dust suppressant menunjukkan ketahanan terhadap dust suppressant system pada air dan alkali dengan sangat bagus, juga terhadap ketahanan gesekan sehingga memberikan perlindungan kelembaban pada batubara dan dapat mencegah timbulnya kebakaran yang diakibatkan oleh terpicunya titik nyala batu bara (self combustion).

Konsultasikan apa yang perlu anda aplikasikan pada perusahaan anda. Distributor bahan kimia terpercaya pasti akan dengan senang hati pelayani anda.

ICSA DUST SUPPRESSANT 

Deskripsi Produk: Produk ini digunakan di industri pertambangan untuk menekan emisi debu selama proses scrubbing basah.

Fitur:

  1. Memiliki kinerja yang sangat baik dalam menekan emisi debu;
  2. Memiliki toksisitas rendah dan dampak lingkungan;
  3. Memiliki efisiensi tinggi dan umur panjang;
  4. Memiliki stabilitas dan keamanan yang baik.

Manfaat:

  1. Menekan emisi debu secara efektif;
  2. Aman dan tidak beracun;
  3. Ramah lingkungan;
  4. Stabil dan dapat diandalkan.

  • Kontribusi Industri Manufaktur dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Kontribusi Industri Manufaktur di Indonesia sangat banyak sekali berperan di negri ini. Tapi ketahui dulu apa industri manufaktur itu?. Industri manufaktur adalah sektor industri yang berkaitan
  • Bahan Kimia Untuk Industri Kelapa Sawit
    Bahan kimia untuk kelapa sawit sebenarnya sangat banyak dan beragam, ada yang digunakan untuk produksi minyak goreng, ada pula untuk produksi Biodisel.. Industri kelapa sawit menggunakan
  • Bagaimana Batubara Terbentuk Dan Sebarannya Di Indonesia
    Bagaimana Batubara Terbentuk: Proses pembentukan batubara diawali dengan adanya tumbuhan yang hidup pada jutaan tahun yang lalu. Proses terbentuknya tumbuhan dan sisa sisa tumbuhan ini kemudian
  • Degreaser Pembersih Serba Guna
    Degreaser pembersih serba guna ialah larutan pembersih ampuh yang dirancang khusus untuk menghilangkan lemak dan minyak dari permukaan. Zat seperti lemak atau minyak mungkin sulit dihilangkan
  • Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser
    Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser sangat penting bagi yang berkepentingan terhadap perawatan. Kenapa penting, karena semua aspek yang dirawat memerlukan sitem kebersihan. Bahan yang paling efektif dalam
  • Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi: Keuntungan dan Aplikasinya
    Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi atau UF filter adalah alat yang berfungsi untuk mengolah air dengan menggunakan senyawa kimia. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan dua
  • Arti Simbol Bahan Kimia Berbahaya
    Arti Simbol Bahan Kimia berbahaya sering diabaikan oleh sebagian orang. Simbol zat kimia berbahaya sangat penting untuk diperhatikan dalam industri, laboratorium, dan pergudangan terutama industri makanan.