Panduan teknis mengenai fungsi, jenis, dan rahasia perbandingan dosis yang tepat.
Dalam industri manufaktur dan fabrikasi, kombinasi antara resin dan katalis adalah dasar dari penciptaan berbagai material kuat, mulai dari badan kapal fiber, tangki kimia, hingga pelapis lantai (epoxy). Memahami cara keduanya berinteraksi bukan hanya soal teknis, tapi soal kualitas hasil akhir produksi Anda.
Apa Itu Resin dan Katalis?
Zat cair kental yang berfungsi sebagai bahan utama pembentuk badan material. Resin akan berubah menjadi padat melalui proses polimerisasi.
Zat kimia tambahan yang memicu reaksi pengerasan pada resin. Tanpa katalis, resin akan tetap berbentuk cair selamanya.
Fungsi Resin dan Katalis dalam Industri
Penggunaan kedua bahan ini sangat luas, mencakup berbagai aplikasi teknis:
- Pembuatan Komposit: Mengikat serat kaca (fiberglass) untuk membuat struktur yang ringan namun sekuat baja.
- Pelapisan (Coating): Memberikan lapisan pelindung anti-karat pada tangki-tangki kimia di site tambang.
- Perekat Struktural: Digunakan sebagai lem super kuat dalam penyambungan beton atau material berat lainnya.
Perbandingan Resin dan Katalis yang Tepat
Salah satu penyebab kegagalan produksi (retak atau tidak mau kering) adalah dosis yang tidak akurat. Secara umum, perbandingan yang sering digunakan adalah:
100 : 1 s/d 100 : 3
(Artinya: Tiap 100 gram resin membutuhkan 1 hingga 3 gram katalis, tergantung suhu ruangan dan jenis resinnya).
Efek Dosis yang Salah
| Kondisi | Penyebab | Dampak pada Hasil |
|---|---|---|
| Katalis Terlalu Banyak | Over-dose | Hasil getas, mudah retak, dan mengeluarkan panas berlebih (bisa terbakar). |
| Katalis Terlalu Sedikit | Under-dose | Resin tetap lengket (tacky) meski sudah berhari-hari, atau tidak kering sempurna. |
Baca Artikel Terkait:
Butuh Suplai Resin & Katalis Berkualitas Tinggi?
PT ICSA menyediakan berbagai jenis resin industri (Polyester, Epoxy, Vinyl Ester) lengkap dengan katalis yang sesuai untuk kebutuhan fabrikasi Anda.
HUBUNGI TEKNISI ICSA

