Solusi Air Bersih: Mengenal Bahan Penjernihan Air Terbaik
Dari skala rumah tangga hingga kebutuhan boiler industri, pilih bahan kimia yang tepat untuk hasil maksimal.
Masalah air keruh, berbau, atau mengandung logam berat adalah tantangan umum di Indonesia. Menggunakan bahan penjernihan air yang tepat bukan hanya soal estetika, tapi juga menjaga kesehatan manusia dan keawetan mesin industri.
Daftar Bahan Penjernih Air Paling Populer
Berikut adalah 5 bahan yang paling sering digunakan dalam sistem pengolahan air (Water Treatment Plant):
Koagulan modern yang sangat efektif mengikat kotoran halus menjadi flok (gumpalan) besar. Lebih cepat dan efisien dibanding tawas tradisional.
Media filtrasi fisik untuk menyaring lumpur, pasir, dan partikel padat lainnya agar air menjadi jernih secara visual.
Memiliki pori-pori mikro yang sangat banyak untuk menyerap bau tak sedap, warna kuning, dan kandungan klorin berlebih.
Berfungsi sebagai desinfektan untuk membunuh bakteri dan patogen berbahaya dalam air.
Mekanisme Kimia: Koagulasi dan Flokulasi
Proses penjernihan air biasanya melibatkan penambahan zat kimia seperti $Al_{n}Cl_{(3n-m)}(OH)_{m}$ (rumus kimia PAC). Zat ini menetralkan muatan listrik pada partikel kotoran sehingga mereka saling tarik-menarik dan membentuk endapan.
Perbandingan Efisiensi Bahan
| Bahan Kimia | Fungsi Utama | Kelebihan |
|---|---|---|
| PAC | Koagulan | Dosis lebih sedikit, rentang pH luas. |
| Tawas ($Al_{2}(SO_{4})_{3}$) | Koagulan | Harga ekonomis, mudah didapat. |
| Soda Ash | pH Adjuster | Menetralkan air yang terlalu asam setelah proses penjernihan. |
Pelajari Produk Spesifik Kami:
Butuh Analisis Air Gratis untuk Lokasi Anda?
PT ICSA menyediakan layanan konsultasi dan uji sampel air untuk menentukan dosis bahan kimia yang paling efisien bagi kebutuhan Anda.
HUBUNGI TEKNISI WATER TREATMENT

