Memahami mekanisme kimia di balik transformasi alumina menjadi logam aluminium yang serbaguna.
Hampir semua aluminium yang kita gunakan hari ini—dari kaleng minuman hingga komponen pesawat terbang—diproduksi menggunakan Proses Hall-Héroult. Ditemukan secara independen pada tahun 1886 oleh Charles Martin Hall dan Paul Héroult, proses ini menjadi satu-satunya metode komersial untuk mengekstraksi aluminium dari oksidanya.
Mekanisme Utama: Elektrolisis Alumina
Proses ini terjadi di dalam sebuah sel elektrolisis yang beroperasi pada suhu sekitar 950°C. Alumina (Al2O3) dilarutkan ke dalam lelehan Kriolit untuk memungkinkan aliran arus listrik tinggi guna memisahkan atom aluminium dari oksigen.
Komponen Penting dalam Sel Hall-Héroult
Berfungsi sebagai pelarut alumina untuk menurunkan titik lelehnya dari 2.000°C menjadi sekitar 950°C (penghematan energi besar).
Batang karbon yang bereaksi dengan oksigen selama proses, menghasilkan gas CO2 sebagai produk sampingan.
Lapisan bawah sel tempat logam aluminium cair terkumpul sebelum disedot keluar.
Tahapan Produksi Aluminium
| Tahapan | Nama Proses | Hasil Akhir |
|---|---|---|
| 1 | Bayer Process | Pemurnian bijih bauksit menjadi serbuk Alumina (putih). |
| 2 | Hall-Héroult | Elektrolisis alumina cair menjadi logam aluminium murni. |
| 3 | Casting | Pencetakan aluminium cair menjadi ingot atau batangan. |
Tantangan Energi dan Lingkungan
Proses Hall-Héroult sangat haus energi listrik. Oleh karena itu, industri aluminium modern selalu mencari cara untuk meningkatkan efisiensi arus dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari anoda karbon.
Pelajari Solusi Kimia Lainnya:
Dukungan Kimia untuk Industri Metalurgi
PT ICSA menyediakan berbagai solusi bahan kimia untuk mendukung efisiensi proses ekstraksi logam dan pengolahan limbah industri berat.
KONSULTASI TEKNIS METALURGI

