Mengenal Dust Suppression System pada Industri Pertambangan

dust suppression system

Teknologi dust suppression system sudah menjadi sebuah solusi permanen yang selalu ditemukan dalam pertambangan terutama batubara. Bagi orang awam tentu ini akan cukup membingungkan.

Apa sebenarnya alat tersebut dan bagaimana dampaknya ketika digunakan dalam industri pertambangan. Jangan khawatir kami akan menjawab semua pertanyaan tersebut agar Anda dapat memahami secara lebih optimal.

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan apa sebenarnya alat tersebut, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, sampai perbandingan dampak lingkungan. Sehingga kita bisa mengetahui secara detail efek penggunaannya dalam industri pertambangan.

Apakah hanya sekedar sebagai gimmick seperti banyak para aktivis pecinta lingkungan yang setiap hari demo. Atau justru ini benar-benar memberikan manfaat yang bagus dalam menjaga kualitas lingkungan kerja.

Semuanya akan kami jelaskan tanpa sensor disini agar orang awam tidak hanya bisa demo setiap tambang dibuka. Era pertambangan modern sudah jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan sebelumnya.

Lengkapi dengan membaca : Industri Pertambangan Batubara dan Manajemen Limbahnya

Apa Itu Dust Suppression System?

Secara umum kita sebenarnya dapat menganggapnya sebagai alat semprot untuk menghilangkan debu. Sistem kerjanya memang seperti itu partikel hidroskopik akan disemprotkan sesuai kebutuhan.

dust suppression system
dust suppression system

Baik itu dalam ukuran aerosol atau lebih besar lagi tergantung pada di mana dia akan diletakkan. Kemudian bahan kimia dalam partikel hidroskopik tersebut akan menangkap molekul berbahaya yang mudah terbawa udara.

Ada kata kimia jangan panik, itu aman untuk lingkungan karena berfungsi mengikat silika. Silika adalah zat paling berbahaya akibat pertambangan batubara namun mengatasinya ternyata tidak terlalu sulit.

Dengan menggunakan dust suppression system silika dalam ukuran mikroskopik dapat terperangkap. Sehingga nantinya kita tidak akan keracunan silika yang terbawa oleh udara dari lingkungan tambang.

Lebih bagus lagi asap hitam yang mengepul dari proses transportasi batubara dapat dimitigasi. Jadi orang awam yang terlalu takut melihat kepulan asap hitam tersebut bisa merasa lebih lega.

Penggunaan alat seperti ini sangat penting untuk lingkungan tambang sendiri karena mampu membuat lingkungannya tidak terlalu mematikan. Tanpa adanya dust suppression system kita masih terperangkap dalam dogma pertambangan kuno.

Dengan penjelasan tersebut tentu sekarang Anda sudah bisa memahami seperti apa sebenarnya alatnya. Apabila belum paham kami permudah lagi, ini seperti selang yang digunakan untuk menyemprot debu.

Jadi debu tidak terbang terbawa udara yang nantinya akan membuat orang sesak napas. Namun pada peralatan tersebut ada banyak teknologi lebih rumit dan zat kimia yang berfungsi menjaga keamanan lingkungan.

Manfaat Menggunakan Dust Suppression System

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika menggunakan teknologi ini sebagai dust suppression solutions dalam pertambangan terutama batubara. Berikut ini adalah beberapa yang paling krusial sehingga tidak boleh dianggap sebelah mata.

  1. Mengurangi potensi CWP

Coal worker pulmonary adalah masalah terbesar yang mengancam nyawa para pekerja tambang. Namun dengan adanya dust suppression system masalah tersebut dapat dimitigasi secara signifikan.

CWP merupakan sebuah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh silika yang terakumulasi dalam paru-paru. Dalam jangka panjang silika dapat mematikan sel paru-paru sehingga tidak dapat berfungsi optimal.

Sampai sekarang CWP tidak ada obatnya dan hanya dapat dicegah dengan kontrol silika di udara. Sehingga lingkungan pertambangan terutama batubara selalu memiliki teknologi ini.

  1. Menjaga kualitas udara di lingkungan pertambangan

Salah satu manfaat utama penggunaan dust suppression adalah menjaga kualitas lingkungan. Jadi kepulan asap hitam yang terjadi pada saat proses pengangkatan dan transportasi batubara dapat dikurangi.

Bahkan dengan menggunakan teknologi terbaik Anda bisa melihat sendiri tidak adanya kepulan asap hitam. Ini tentu saja bagus untuk menjaga agar lingkungan kerja tetap efektif.

Tidak adanya kepulan asap hitam juga akan menjaga lingkungan eksternal area pertambangan lebih nyaman. Sehingga antara pihak pengelola dan masyarakat dapat saling memberikan keuntungan.

  1. Mencegah kebakaran

Salah satu manfaat menggunakan dust suppression system adalah untuk mencegah kebakaran. Tahukah Anda bahwa serpihan batubara yang kecil dan terbang terbawa angin dapat terbakar.

Apalagi di negara tropis seperti Indonesia, oleh karena itu harus ada teknologi mitigasi. Peralatan ini akan mampu menjaga kelembaban partikel batubara sehingga tidak terjadi self combustion saat cuaca panas.

Dengan mengetahui tiga manfaat tersebut tentu saja Anda dapat melihat bahwa peralatan ini sangat krusial. Jika tidak digunakan tentu saja lingkungan baik internal atau eksternal tambang akan tercemar.

Perbandingan Dampak Lingkungan

Di era modern seperti sekarang sangat banyak orang kurang kerjaan yang selalu mencari kesalahan pihak lain. Banyak generasi muda yang berdalih pecinta lingkungan namun sebenarnya hanya mencari sensasi saja.

Pada segmen ini akan kami terangkan bagaimana perbandingan dampak lingkungan ketika menggunakan dust suppression system. Perbandingannya jelas sangat jauh karena sekarang semua tambang legal pasti menggunakannya.

Bahkan salah satu regulasi dari negara sudah menerangkan bagaimana pengelolaan polusi dari pertambangan. Tanpa adanya alat ini jelas tambang tersebut tidak akan mendapatkan lisensi dari pemerintah untuk beroperasi.

Apabila kita pantau dengan mata telanjang maka tambang yang menggunakan alat ini tidak akan membuang asap hitam pekat. Partikel batubara yang mengudara sudah tidak ada lagi karena terikat oleh molekul hidroskopik.

Jika sudah terikat maka fly ash tersebut akan terkumpul di bagian bawah dan menjadi bottom ash. Limbah bottom ash ini nantinya dapat dijual lagi sebagai bahan campuran pengaspalan jalan.

Itu adalah praktik paling umum di Indonesia dalam mengatasi dampak lingkungan secara nyata. Di luar negeri bottom ash masih akan masuk dalam sebuah silo dan diproses lagi untuk memisahkan aluminium dan silika.

Jika aluminium dan silika sudah terpisah maka keduanya dapat dimanfaatkan kembali sebagai peralatan elektronik. Dampak lingkungan jelas terlihat disini karena kita tidak akan melihat banyak asap hitam mengepul di udara.

Berbeda dengan tambang ilegal yang tidak menggunakan dust suppression system. Kita bahkan bisa melihat dari jauh kepulan asap hitam yang dihasilkan dari proses pengangkatan sampai transportasinya.

Itu adalah perbedaan nyata yang dapat kita lihat sendiri di lingkungan sekitar area tambangnya. Jadi alat ini memang sudah mengubah paradigma pertambangan yang mencemari udara lingkungan sekitarnya.

Pilihan Bahan Kimia Pada Dust Suppression System

Penggunaan alat dust suppression tidak begitu saja hanya menyebarkan cairan. Hal yang tidak kalah penting adalah cairan atau zat kimia yang digunakan dan disebarkan. Karena Selain bertujuan meredam debu batubara tidak menyebar kemana-mana, tapi juga menyemprotkan bahan kimia khusus untuk menggumpal butiran batubara untuk menjaga kualitas batubara. Cairan ini disebut Dust Suppressant.

Pada saatnya controlling dust atau proses pengendalian debu ini sebenarnya terjadi 2 fungsi sekaligus pengendalian debu dan penggumpalan debu menggunakan bahan kimia khusus. Pastikan menggunakan opsi terbaik sehingga kemampuannya dalam mengontrol batubara berjalan optimal.

Salah satu bahan kimia untuk formulasi yang terbaik adalah ICSA Dust Suppressant karena sudah terbukti kualitasnya di lapangan. Daya tahan penggumpal batubara ini mampu diandalkan sehingga mampu menjaga kualitas batubara.

Kemudian campuran zat kimia digunakan ini juga jauh lebih efektif dalam mengikat polutan di udara. Ini juga akan sangat berguna untuk menjaga agar lingkungan pertambangan tetap aman bagi para pekerjanya.

Apabila Anda memang ingin roda produksi jangka panjang terjaga dan kualitas batubara lebih berkualitas, serta lingkungan kerja yang aman maka ICSA Dust Suppressant dapat menjadi investasi tepat. Bahan kimia ini mampu melindungi kandungan energi batubara dan menghambat terjadinya gesekan antar batuan batubara supaya tidak terjadi pembakaran dini.

Dibandingkan dengan menggunakan bahan lain yang belum jelas siapa produsennya tentu saja meragukan untuk digunakan. Oleh karena itu Anda harus mempertimbangkan secara teliti terkait penggunaannya.

Ketika kita sudah diberikan solusi untuk menjaga kualitas batubara dan menjaga lingkungan tambang tetap aman mengapa harus memalingkan wajah. Gunakan teknologi ini sebagai opsi agar roda produksi dapat berjalan tanpa gangguan.

Jika sudah mengetahui semua informasi tadi tentu saja Anda dapat lebih lega karena produksi berkualitas dan polusi tambang batubara sangat terkontrol. Adanya dust suppression system memang menjadi bahan kimia krusial sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga.

Keyword : dust suppression system

Meta deskripsi : mari kita mengenal dust suppression system sebuah teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk mengontrol polusi udara di area pertambangan batubara

Apa Saja Limbah Pertambangan Batubara yang Berbahaya bagi Lingkungan?

limbah pertambangan

Semakin bertambahnya jumlah tambang di Indonesia tentu limbah pertambangan batubara menjadi salah satu fokus penting. Jika tidak dikelola secara optimal tentu saja dapat berdampak bahaya bagi lingkungan sekitar.

Bahkan potensi bahaya bagi para pekerja di pertambangan tersebut juga akan signifikan jika tidak ditangani secara optimal. Pada dasarnya ada dua jenis limbah yang paling sering kita temui dalam pertambangan.

Fly ash dan bottom ash adalah bentuk limbah yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan maksimal. Para pekerja di pertambangan tersebut merupakan ring pertama yang dapat terdampak secara langsung.

Bagi kesehatan jelas itu sangat berbahaya dan berIsiko mengurangi usia dari para pekerja. Oleh karena itu mari kita pelajari lebih dalam seperti apa bentuk limbahnya sehingga mampu melakukan penanganan secara optimal.

Kami sudah menyiapkan beberapa materi pengantar yang dapat Anda jadikan sebagai acuan. Sehingga nantinya dalam pengelolaan pertambangan dapat lebih optimal dan paling penting ramah lingkungan.

Baca juga : Apa Itu Limbah?

Penjelasan Limbah Pertambangan Fly Ash

Fly ash merupakan salah satu bentuk buangan yang paling mencolok dari luar lingkungan pertambangan. Alasannya adalah fly ash dapat terbang dengan jarak jangkauan cukup jauh sehingga mencolok dari luar.

Ini juga sangat berbahaya karena radius pencemarannya bisa sangat luas apabila tidak dilakukan tindakan mitigasi. Sebuah perusahaan pertambangan yang bertanggung jawab tentu saja mampu mengatasi hal tersebut.

Apabila tidak kita lakukan mitigasi limbah pertambangan berbentuk fly ash dapat menyebabkan gangguan pernafasan seperti black lungs. Oleh karena itu kita tidak boleh menganggapnya sebelah mata pada aspek penanganan.

Fly ash terbentuk dari hasil pertambangan yaitu bagian remah-remah bebatuan dan juga campuran tanah. Pada bagian penggalian kandungan silika akan ikut terbawa dan ini adalah zat berbahaya.

Sehingga ketika bentuknya yang kecil terbang di udara akan semakin mudah terhirup oleh makhluk hidup di sekitar. Oleh karena itu perlu ada penanganan khusus agar tidak hanya kepulan debu namun silikanya ikut berkurang.

Ini adalah bentuk limbah pertambangan yang selalu ingin dikurangi oleh industri pertambangan. Tujuannya selain menjaga lingkungan luar juga agar para pekerja di area pertambangan tersebut tidak tercemar buangan silika.

Silika sendiri merupakan sebuah senyawa yang bentuknya kecil sehingga mudah terbawa udara. Apabila penanganan tidak optimal di pertambangannya tentu akan memberikan dampak berbahaya.

Untung saja di era modern seperti sekarang sudah ada teknologi terbaru sehingga dapat mengurangi potensi pencemaran silika. Sehingga area pertambangan baik internal maupun eksternal dapat semakin terjaga kondisinya.

Apa Itu Limbah Pertambangan Batubara Bottom Ash ?

????????????????????

Bagi yang belum tahu bottom ash adalah sebuah limbah terbentuk dari endapan batubara. Baik itu ketika proses transportasi, pembakaran, atau lainnya yang jatuh ke bawah menuju tanah.

Ini adalah bentuk paling umum ditemukan karena menjadi salah satu substansi yang pertama keluar. Debu dari penambangan bawah tanah misalnya dapat mengendap di bagian bawah lingkungan kerja.

Limbah pertambangan batubara ini juga menjadi salah satu pemicu bahaya jangka panjang yang mematikan. Bahkan bottom ash sering dianggap sebelah mata dibandingkan dengan bentuk fly ash.

Padahal ketika kita teliti lebih lanjut ketika proses storing saja endapan seperti ini dapat terbentuk. Apabila tidak rutin dilakukan proses mitigasi maka endapannya semakin hari akan bertambah.

Ketika nantinya terserap oleh tanah maka kemungkinan pencemaran air juga akan terjadi. Oleh karena itu kita harus memperlakukannya secara adil seperti bentuk hasil buangan yang mengudara.

Bahaya limbah batubara apapun bentuknya tetap menjadi salah satu fokus penting agar tidak berbahaya bagi lingkungan. Bagi pihak penambang jika polusinya tidak dilakukan mitigasi tentu negara akan membatasi ruang kerjanya.

Sehingga produksi dapat menurun dan mengakibatkan potensi keuntungan dari industri pertambangan berkurang. Oleh karena itu selalu gunakan win win solution seperti mitigasi terpadu agar hal tersebut tidak terjadi.

Penanganan bottom ash sebenarnya dapat dilakukan menggunakan satu alat sama seperti fly ash. Sehingga di era modern seperti sekarang potensi dari infeksi pernapasan di sekitar area pertambangan memang menurun.

Bahaya Limbah Pertambangan Batubara FABA untuk Lingkungan

Pada segmen ketiga ini mari kita bedah lebih dalam seperti apa potensi bahaya yang disebabkan oleh limbahnya. Tidak hanya bagi lingkungan, namun juga manusia baik internal maupun eksternal.

1.      Pemicu tertinggi CWP (silicosis)

CWP adalah coal worker pneumonic yaitu penyakit pernafasan yang identik di daerah sekitar pertambangan. Baik itu internal maupun eksternal CWP dapat menjangkit manusia di sekitarnya.

CWP dapat dipicu oleh limbah pertambangan batubara yang tidak dikelola secara optimal oleh pihak penambang. Selain CWP penyakit pernapasan seperti bronkitis, emfisema, dan serangan jantung.

Jadi penanganan tidak hanya berfokus pada buangan di tanah saja namun juga bagian udara. Peningkatan treatment tersebut dapat membuat kenyamanan bagi pekerja dan lingkungan pertambangannya semakin aman.

2.      Pencemaran air

Salah satu masalah tertinggi yang menanti lingkungan lebih luas adalah pencemaran air. Kadar silika tinggi dan kimia lainnya akan mudah mencemari air tanah apabila tidak dilakukan pengikatan molekul secara optimal.

Untung saja sekarang sudah ada peralatan khusus yang dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran tersebut. Sehingga senyawa silika dapat terikat pada permukaan tanah dan bisa netral sendiri.

Jika sebuah tambang tidak menggunakan perlengkapan khusus tentu saja akan berdampak bahaya. Sehingga nantinya area tambang akan tetap aman menjaga kondisi CAT.

3.      Mengurangi kesuburan tanah

Ketika limbah pertambangan tidak diperlakukan secara optimal tentu saja kesuburan tanah akan terganggu. Bahkan ketika aktivitas pertambangannya sudah selesai tetap tanaman akan sulit tumbuh.

Oleh karena itu selalu dibutuhkan tindakan khusus untuk treatment tanah agar itu tidak terjadi. Sehingga bekas galian pertambangan batubara dapat ditanami kembali menjadi hutan.

Ketiga masalah tersebut tentu saja akan sangat berbahaya terutama ketika mitigasi tidak dilakukan. Sehingga para pengelola tambang harus sadar dan tahu bagaimana langkah mudah penanganannya.

Bagaimana Penanganan Limbah Pertambangan FABA?

Salah satu solusi dari buangan FABA (fly ash bottom ash) adalah menggunakan ICSA Dust Suppressant. Ini merupakan sebuah peralatan mitigasi yang wajib ada dalam setiap area pertambangan batubara.

Baca juga : Mengapa Coal Dust Suppressant itu penting

Fungsi dari ICSA Dust Suppressant adalah untuk mengurangi limbah pertambangan batubara baik berbentuk fly ash atau bottom ash. Jadi ICSA Dust Suppressant ini akan bekerja dengan menyebarkan molekul hidroskopik ke udara.

Ketika molekul hidroskopik dilepaskan ke udara maka dapat mengikat molekul berbahaya seperti silika. Ketika molekul berbahayanya sudah terikat maka proses netralisir juga menjadi jauh lebih mudah.

Apalagi ICSA Dust Suppressant sudah menggunakan bahan polimer akrilik dan resin yang efektif sebagai partikel hidroskopik. Partikel hidroskopik tersebut akan efektif dalam mengikat semua polusi dari aktivitas pertambangannya.

Mulai itu dari transportasi, penggalian, pengolahan, sampai pra pembakaran akan bagus diterapkan. Sehingga dengan menggunakan ICSA Dust Suppressant aktivitas penambangan dapat aman bagi penambang dan juga lingkungannya.

Ini adalah salah satu metode mitigasi sekaligus penanganan yang optimal ketika diterapkan jangka panjang. Oleh karena itu para pengelola tambang wajib memiliki ICSA Dust Suppressant agar proses produksinya aman.

Jangan pernah menganggap remeh masalah buangan dari sebuah industri terutama pertambangan. Dalam jangka panjang dampaknya akan sangat berbahaya ketika tidak diperlakukan secara optimal.

Oleh karena itu dengan mengetahui informasi tadi tentu dapat memberikan referensi bagaimana penanganannya. Masalah limbah pertambangan akan mudah ditangani jika menggunakan ICSA Dust Suppressant.


  • Kontribusi Industri Manufaktur dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Kontribusi Industri Manufaktur di Indonesia sangat banyak sekali berperan di negri ini. Tapi ketahui dulu apa industri manufaktur itu?. Industri manufaktur adalah sektor industri yang berkaitan
  • Bahan Kimia Untuk Industri Kelapa Sawit
    Bahan kimia untuk kelapa sawit sebenarnya sangat banyak dan beragam, ada yang digunakan untuk produksi minyak goreng, ada pula untuk produksi Biodisel.. Industri kelapa sawit menggunakan
  • Bagaimana Batubara Terbentuk Dan Sebarannya Di Indonesia
    Bagaimana Batubara Terbentuk: Proses pembentukan batubara diawali dengan adanya tumbuhan yang hidup pada jutaan tahun yang lalu. Proses terbentuknya tumbuhan dan sisa sisa tumbuhan ini kemudian
  • Degreaser Pembersih Serba Guna
    Degreaser pembersih serba guna ialah larutan pembersih ampuh yang dirancang khusus untuk menghilangkan lemak dan minyak dari permukaan. Zat seperti lemak atau minyak mungkin sulit dihilangkan
  • Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser
    Memahami Pentingnya Menggunakan Degreaser sangat penting bagi yang berkepentingan terhadap perawatan. Kenapa penting, karena semua aspek yang dirawat memerlukan sitem kebersihan. Bahan yang paling efektif dalam
  • Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi: Keuntungan dan Aplikasinya
    Pemurnian Air dengan Ultrafiltrasi atau UF filter adalah alat yang berfungsi untuk mengolah air dengan menggunakan senyawa kimia. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan dua
  • Arti Simbol Bahan Kimia Berbahaya
    Arti Simbol Bahan Kimia berbahaya sering diabaikan oleh sebagian orang. Simbol zat kimia berbahaya sangat penting untuk diperhatikan dalam industri, laboratorium, dan pergudangan terutama industri makanan.

Industri Pengolahan Air Limbah Mesti Paham Apa itu Limbah

pt icsa supplier bahan kimia

Apa Itu Limbah

Industri pengelolaan air limbah sangatlah penting bagi seluruh aspek kegiatan kehidupan, terutama bagi industri bahan kimia atau industri lainya yang tentunya menggunakan bahan kimia dalam proses produksinya. Dalam proses pengendalian limbah ini, Karena hampir seluruh semua aspek kehidupan dipastikan membutuhkan air. Dari semua kegiatan itu tentunya akan menimbulkan resiko menghasilkan limbah. Dalam arti air yang tadinya bersih akan berubah menjadi tercampur oleh materi lain. Campuran inilah yang disebut limbah atau polutan.

Limbah tentunya bukan lagi sebagai air yang murni, oleh karena itu agar limbah ini bisa dipakai lagi maka kita harus membuat sistem pengolahan air limbah agar bisa jadi air bersih yang bisa untuk pakai lagi.

Yang wajib memproduksi limbah ini adalah industri, karena industri adalah yang memproduksi limbah yang banyak dan cepat. 

Pembagian limbah

Limbah Cair

Limbah ini adalah material cair yang dihasilkan sebagai konsekwensi dari suatu proses yang menggunakan air. dan yang paling banyak kita temukan, seperti di dapur rumah kita, di kamar mandi kita dan termasuk di banyak industri yang sekalanya lebih besar. Terutama di sekala industri pengolahan air limbah industri ini dibutuhkan suatu sistem yang terpadud dan terintegrasi. disebut Waste Water Treatment Plant.

Industri pengolahan air
PT ICSA importir dan supplier bahan kimia

Limbah cair ini bisa diklasifikasikan menjadi

  1. Limbah cair rumah tangga atau disebut limbah domestik (domestic wastewater). Karena volumenya yang sedikit tentu saja dalam pengelolaan air limbah ini lebih mudah.
  1. Limbah industri (industrial wastewater) ialah limbah yang dihasilkan oleh industri biasanya kapasitasnya lebih besar, penanganan dan pengelolaan air limbah ini membutuhkan sebuah sistem yang terrencana dan terpadu, mengingat kapasitas dan materialnya bisa saja membahayakan manusia dan lingkungan.
  2. Limbah rembesan (infiltration and inflow) adalah limbah yang keluar dari saluran limbah berupa material yang lepas dari saluran induknya meluap atau merembes ke tanah atau saluran lain.
  3. Limbah air hujan (storm water) limbah yang dibawa oleh air hujan yang meluap dan membawa material lain.

Limbah Padat

Pada umumnya orang menyebutnya “Sampah”. Sama halnya dengan limbah cair, limbah padat juga merupakan material yang tidak dipakai yang dihasilkan dari suatu kegiatan tertentu, baik proses produksi maupun lainnya. Limbah padat terbagi bisa diklasifikasikan menjadi:

  1. Sampah industri (industrial waste)

Sampah padat industri sangat banyak variasinya. Sampah ini ada yang secara langsung bisa diolah lagi atau di daur ulang, tapi ada juga yang harus benar-benar dimusnahkan.Pengelolaannya juga bisa bermacam-macam ada yang ditangani oleh badan pengolahan limbah industri itu sendiri, disebut pengolahan limbah domestik pabrik, maupun ditangani pihak lain. Seperti pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit.

  1. Sampah organik mudah busuk (garbage). Seperti sampah sisa makanan kita itu termasuk jenis sampah jenis ini. Sampah ini sangat mudah membusuk dan mudah untuk diurai oleh mikroorganisme.
  1. Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish) adalah limbah organik maupun yang non organik yang kering dan susah membusuk seperti tulang, plastik

Sampah Abu (Ashes)

Sampah jenis ini adalah sampah yang bersifat kering berupa debu seperti debu bekas pembakaran. seperti Sampah bangkai binatang (dead animal) sampah berupa mayat manusia atau hewan

Limbah Gas

Berbeda dengan limbah debu atau Sampah debu, bahan kimia berbentuk gas ini berada di udara sebagai tempatnya. Secara alamiah di udara sudah terdapat ada beberapa jenis partikel berupa CO2, O2, NO2, N2, H2. Gas ini kalaulah memiliki kadar normal maka tidak dikatagorikan limbah, tapi jika keseimbangannya abnormal, maka bisa dikategorikan sebagai limbah.

Beralih ke Limbah berikutnya yang ada udara itu adalah materi halus yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri atau lainnya.

Berikut beberapa limbah gas yang sering mengotori udara

1. Karbon monoksida (CO) Gas tidak berwarna, tidak berbau

2. Karbon dioksida (CO2) Gas tidak berwarna, tidak berbau

3. Nitrogen oksida (NOx) Gas berwarna dan berbau

4. Sulfur oksida (SOx) Gas tidak berwarna dan berbau tajam

5. Asam klorida (HCl) Berupa uap

6. Amonia (NH3) Gas tidak berwarna, berbau

7. Metan (CH4) Gas berbau

8. Hidrogen fluorida (HF) Gas tidak berwarna

9. Nitrogen sulfida (NS) Gas berbau

10. Klorin (Cl2) Gas berbau

industri pengolahan air Limbah
PT ICSA importir dan supplier bahan kimia

Semua jenis limbah ini dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan pengaruhnya

  1. Limbah yang mudah untuk dikendalikan
  2. Limbah yang berbahaya, Limbah ini disebut Limbah B3

Limbah B3 atau Limbah Bahan Berbahaya Beracun. Semua urusan yang berhubungan dengan limbah B3 pemerintah mebuat regulasi peraturan dalam rangka mengendalikan Limbah B3 ini. Keppres RI Nomor 61 Tahun 1993 tentang Pengesahan Basel Convenntion on The Control of Transboundary movements of Hazardous Waste and Their Disposal.

ikut kami