Solusi Air Bersih: Mengenal Bahan Penjernihan Air Terbaik

Dari skala rumah tangga hingga kebutuhan boiler industri, pilih bahan kimia yang tepat untuk hasil maksimal.

perbandingan air keruh sebelum dan sesudah diberikan bahan penjernih (proses flokulasi)

Masalah air keruh, berbau, atau mengandung logam berat adalah tantangan umum di Indonesia. Menggunakan bahan penjernihan air yang tepat bukan hanya soal estetika, tapi juga menjaga kesehatan manusia dan keawetan mesin industri.

Daftar Bahan Penjernih Air Paling Populer

Berikut adalah 5 bahan yang paling sering digunakan dalam sistem pengolahan air (Water Treatment Plant):

1. Poly Aluminium Chloride (PAC)

Koagulan modern yang sangat efektif mengikat kotoran halus menjadi flok (gumpalan) besar. Lebih cepat dan efisien dibanding tawas tradisional.

2. Pasir Kuarsa / Silika

Media filtrasi fisik untuk menyaring lumpur, pasir, dan partikel padat lainnya agar air menjadi jernih secara visual.

3. Karbon Aktif

Memiliki pori-pori mikro yang sangat banyak untuk menyerap bau tak sedap, warna kuning, dan kandungan klorin berlebih.

4. Kaporit (Kalsium Hipoklorit)

Berfungsi sebagai desinfektan untuk membunuh bakteri dan patogen berbahaya dalam air.

Mekanisme Kimia: Koagulasi dan Flokulasi

Proses penjernihan air biasanya melibatkan penambahan zat kimia seperti $Al_{n}Cl_{(3n-m)}(OH)_{m}$ (rumus kimia PAC). Zat ini menetralkan muatan listrik pada partikel kotoran sehingga mereka saling tarik-menarik dan membentuk endapan.

Perbandingan Efisiensi Bahan

Bahan Kimia Fungsi Utama Kelebihan
PAC Koagulan Dosis lebih sedikit, rentang pH luas.
Tawas ($Al_{2}(SO_{4})_{3}$) Koagulan Harga ekonomis, mudah didapat.
Soda Ash pH Adjuster Menetralkan air yang terlalu asam setelah proses penjernihan.
Tips Ahli: Untuk mendapatkan air yang benar-benar bening seperti kristal, kombinasikan penggunaan koagulan dengan media filtrasi yang tepat seperti pasir kuarsa berkualitas tinggi.

Butuh Analisis Air Gratis untuk Lokasi Anda?

PT ICSA menyediakan layanan konsultasi dan uji sampel air untuk menentukan dosis bahan kimia yang paling efisien bagi kebutuhan Anda.


HUBUNGI TEKNISI WATER TREATMENT
Scroll to Top